Translate

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2012

10 Asana untuk Yoga Pemula


10 asana berikut ini dapat dijalankan setiap hari untuk memanjangkan dan melenturkan otot dan sendi. Pakailah baju yang nyaman, lakukan pemanasan untuk menghangatkan otot dan setiap stretching diikuti dengan napas yang panjang dan lembut. Pasti setelah melakukan stretching, badan menjadi lebih segar, pikiran menjadi lebih rileks dan menjalankan aktivitas sehari-hari menjadi lebih ringan dan bertenaga. Selamat mencoba!

1. Stretching Bahu (Urdhva Hastasana) 
Ini adalah salah satu masalah yang banyak dialami kaum urban, keseharian yang penuh dengan stress dengan banyaknya tuntutan hidup mengakibatkan bahu kita selalu tegang. Banyak yang berpendapat bahwa bahu adalah tempat kita menyangga beban-beban hidup kita, akibatnya bahu terasa kaku dan leher terasa tegang. Caranya berdiri tegak, rentangkan kedua tangan lurus keatas kepala dengan telapak tangan saling berhadapan. Punggung bagian bawah diusahakan tetap pada lengkungan normalnya. Latihan ini bisa juga dilakukan sambil duduk.

2. Stretching otot lengan atas (Modified Gomukhasana Arms) 
Caranya berdiri letakkan tangan kanan dibelakang kepala dan coba turunkan kearah punggung, dengan tangan kiri raih siku sebelah kanan dan perlahan ditarik ke arah belakang kepala. Ulangi dengan tangan kiri. Latihan ini juga bisa dilakukan dalam keadaan duduk.

3. Stretching Dada (Modified Bhujangasana) 
Tidur tengkurap, kemudian sematkan jari2 dibelakang punggung, luruskan siku anda, kemudian tarik perlahan2 ke arah belakang sehingga tulang dada sedikit terangkat. Jangan dihentak keatas dan jika merasa kurang nyaman di punggung bagian bawah segera kembali ke posisi tengkurap. Latihan ini bisa juga dilakukan dalam posisi berdiri

4. Stretching Punggung (Jathara Parivartanasana) 
Pose ini sangat berguna untuk melemaskan otot-otot punggung yang sangat sering kaku. Ini juga adalah salah satu area tubuh dimana kita paling sering merasa tegang. Di pagi hari biasanya timbul mungkin dari posisi atau kualitas tidur yang kurang baik, juga di malam hari setelah kita seharian duduk di meja kerja ditambah dengan waktu yang mau tidak mau dilewati duduk dalam kendaraan  Caranya tidur terlentang tekuk paha kanan ke arah dada, kemudian dengan tangan kiri tarik paha kanan ke arah kiri ke lantai. Usahakan bahu sebelah kanan tetap rileks. Ulangi dengan kaki kiri. 

5. Stretching Paha Dalam (Baddha Konasana) 
Duduk tegap, tekuk kaki kearah dalam, temukan kedua telapak kaki di tengah2, pegang jari-jari kaki dengan tangan lalu dengan bantuan siku dorong paha kearah lantai

6. Stretching Paha Atas (Virasana) 
Duduk tegap, lipat kaki kanan sehingga pergelangan kaki berada disebelah luar tulang duduk kanan. Ulangi dengan kaki kiri

7. Stretching Paha Belakang (Janu Sirsasana) 
Satu lagi daerah dimana kita seringkali merasa kaku. Secara umum, juga dikarenakan aktifitas kita yang banyak duduk dan tidak bergerak aktif. Bagi wanita seringkali diperparah dengan pemakaian hak tinggi yang menekan otot hamstring. Caranya duduk tegap, tekuk kaki kanan sehingga telapak kaki bertemu dengan paha dalam sebelah kiri. Coba membungkuk kedepan raih lutut kiri, usahakan punggung tetap lurus. Ulangi dengan kaki kiri

8. Stretching Otot Betis (Dandasana) 
Duduk tegap, kedua kaki diluruskan kedepan, tangan disamping pinggul di lantai dengan bahu yang tetap rileks. Aktifkan jari-jari kaki sehingga arah jari menghadap ke masing-masing lutut

9. Stretching Pergelangan Kaki (Malasana) 
Duduk jongkok kemudian usahakan tumit belakang rata dengan tumit depan. Untuk keseimbangan tangan boleh menyangga badan

10. Relaksasi (Savasana) 
Tidur terlentang, pejamkan mata, napas seperti biasa dan usahakan tidak bergerak selama beberapa menit. Ini adalah pose yang paling penting karena dengan diam kita bisa merasakan semua sensasi peregangan yang baru saja dilakukan juga memberi kesempatan bagi tubuh kita untuk mengembalikan energi yang telah terkuras sehingga pasa saat kita membuka mata tubuh terasa lebih segar dan berenergi.

Manfa'at Jus Buah-buahan


Buah-buahan merupakan sumber makanan alami yang paling siap untuk langsung dikonsumsi manusia, sayang kadang kala dilupakan. Dengan penjelasan di atas, semoga buah-buahan tidak lagi dilupakan sebagai makanan yang wajib dikonsumsi. 

Mengapa Harus Jus?
FUNGSI JUS 
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Menurunkan kadar kolesterol
- Melancarkan proses pencernaan
- Sebagai Anti Oksidan dan Anti Kanker
- Mempercepat Proses Penyembuhan
- Membuat Awaet Muda

Beberapa buah-buahan ternyata mengandung zat-zat yang dapat menggantikan nutrisi dari makanan seperti daging.  

Berikut ini merupakan buah-buahan yang kaya khasiat bagi tubuh:
APEL 
Kombinasi kandungan garam mineral dan pektin dalam apel, serta kandungan asam oksalik pada bayam membentuk substansi unik yang memenuhi dinding-dinding usus dan melalui gerakan kimia yang kuat tapi aman "melepaskan" kotoran yang ada di usus besar yang telah mengendap berhari-hari, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kandungan zat pektin dalam apel juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan triglycerides yang mengganggu fungsi jantung. 
JUS APEL 
Fungsi utamanya:
- Mengurangi nafsu makan
- Mengendalikan tekanan darah dan kadar gula darah
- Pembersihan racun dalam usus


ALPUKAT 
Kandungan kalori, lemak dan minyak yang tinggi di dalamnya tidak saja menjadi sumber enerji yang melimpah yang dibutuhkan pada saat puasa, tapi juga mengurangi kadar kolesterol dan menjaga kelenturan otot-otot sendi.
JUS ALPUKAT
Fungsi utamanya:
- Melembabkan dan mengencangkan kulit
- Membantu pembentukan sel darah merah
- Mencegah anemia


JUS WORTEL
Fungsi utamanya:
- Baik untuk kezsehatan mata
- Meremajakan sel dan menghambat penuaan
- Meningkatkan vitalitas seks


JUS JAMBU BIJI
Fungsi utamanya:
- Menurunkan kadar kolesterol
- Mencegah dan mengobati sariawan
- Mencegah keropos tulang


JUS STAWBERRY
Fungsi utamanya:
- Mengobti gangguan saluran kemih
- Mengendalikan kadar kolesterol
- Meredakan nyeri sendi



JERUK 
Sari buah jeruk yang banyak mengandung vitamin C sangat baik karena selain menstimulasi sistem kekebalan tubuh, juga menghilangkan sumbatan lendir di tenggorokan, rongga hidung, paru-paru dan perut. Berguna pula untuk membersihkan liver dan menghilangkan rasa sakit di tubuh akibat influenza. Campuran sari jeruk nipis dan madu sangat berkhasiat menyembuhkan radang tenggorokan dan amandel. Bagi mereka yang memiliki gangguan lambung, tentu pilih buah jeruk yang tidak terlalu asam. 
JUS JERUK
Fungsi utamanya:
- Memerangi infeksi
- Memperkecil resiko stroke dan serangan jantung
- Mengatasi flu dan demam

PISANG 
Daging buah pisang yang lembut melapisi dinding-dinding lambung dan usus sehingga dapat menjadi lapisan anti radang. Pisang sangat membantu bagi mereka yang mengalami masalah peradangan lambung atau usus. Karena daging buah pisang sangat lembut, dianjurkan untuk tidak dijadikan jus. 

BELEWAH 
Kandungan beta-karoten, pro-vitamin A, magnesium, mangan, seng dan krom pada belewah dapat mengurangi peradangan dan memulihkan luka peradangan jaringan usus. Gula alami dan enzim yang dikandung belewah mempunyai fungsi absorpsi atau penyerapan pada usus akibat makan tergesa-gesa shingga makanan tak terkunyah dengan baik, terlalu banyak makan makanan yang berbumbu, endapan obat-obatan, atau rasa mual karena rasa kuatir yang berlebihan. 

KURMA 
Kandungan gula kurma yang tinggi membuat kurma menjadi buah yang menghasilkan energi tinggi. Bahkan ada legenda bahwa Nabi Muhammad SAW berbuka puasa hanya dengan 3 butir kurma, tentunya yang berkualitas tinggi. Kandungan gula kurma sangat membantu menyembuhkan luka. Hati-hati bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes, jangan terlalu banyak mengkonsumsi buah ini.

JUS CAMPURAN PEPAYA DAN MANGGA 
Jus campuran pepaya dan mangga memiliki kandungan karbohidrat dan enzim yang tinggi. Jus segar ini bermanfaat dalam menanggulangi pembengkakan dan peradangan, gangguan pencernaan dan demam. Jus mangga sendiri dapat mengurangi dehidrasi dan memperlancar sirkulasi darah. Sedangkan pepaya melancarkan buang air besar dan mengatasi sembelit. 
JUS MANGGA
Fungsi utamanya:
- Mencegah bau badan
- Desinfektan bagi tubuh dan membersihkan darah
- Meremajakan sel


PEAR 
Mengkonsumsi buah Pear membantu mengatasi rasa tidak enak di perut akibat kadar asam yang berlebihan yang berasal dari makanan berkalori tinggi, berminyak dan pedas. Jus pear juga dapat dicampur dengan apel dan sedikit jeruk nipis. 
JUS PEAR
Fungsi utamanya:
- Mengendalikan hipertensi
- Mengencerkan dan menghilangkan dahak
- Mengatasi gangguan lambung

NANAS 
Enzim bromealin dalam nanas melarutkan lendir yang sangat kental dalam sistem pencernaan sehingga juga dapat menghancurkan bisul bila ada. Masakan yang dibuat dengan 250 gram nanas yang diiris-iris, 60 gram cincangan daging ayam dan lada secukupnya yang kemudian digoreng dapat mengatasi penyakit darah rendah dengan gejala lemasnya kaki dan tangan. 

DELIMA
Di Irak dan Iran, jus delima yang dibuat kumur terlebih dahulu sebelum diminum membantu membersihkan mulut dan gigi, serta mencegah infeksi sehingga membantu menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Memakan dengan perlahan-lahan buah delima dan mengeluarkan bijinya dapat menjernihkan suara yang serak dan menghindari kekeringan tenggorokan. Manfaat lainnya, kandungan zat tanin dalam buah delima dapat membius cacing gelang, cacing kremi dan cacing pita dalam usus sehingga mereka dapat dikeluarkan melalui air besar. Cara ini sudah biasa digunakan oleh penduduk Mesir dan Vietnam. 
JUS DELIMA
Fungsi utamanya:
- Mengikis kanker


TOMAT 
Jus tomat segar sangat membantu pembentukan glycogen dalam liver. Menurut penelitian ditemukan bahwa jus tomat menyeimbangkan fungsi liver dengan cepat dan dengan demikian berarti menjaga stamina tubuh dan menyehatkan badan. Garam mineral yang kaya dalam tomat meningkatkan nafsu makan dan merangsang aliran air liur sehingga memungkinkan makanan dicerna dengan baik. Konsumsi tomat yang teratur membantu mengobati penyakit anoreksia (kehilangan nafsu makan). 
JUS TOMAT
Fungsi utamanya:
- Mengontrol kadar gula dan darah
- Menggiatkan fungsi empedu dan hati
- Memperbaiki stamina seks


SEMANGKA
Terlalu banyak mengkonsumsi daging-dagingan, manis-manisan, goreng-gorengan, kopi dan minuman ringan sering membuat darah terlalu banyak kandungan asamnya dan mengakibatkan bintik-bintik merah di kulit. Jus semangka akan merontokkan asam tersebut dan memperbaiki kandungan darah. Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi secara teratur jus semangka dapat menjaga meningkatnya gula darah. Kelebihan kandungan asam urik dalam tubuh yang menyebabkan arthritis, encok dan keracunan urea dapat dihilangkan dengan meminum jus semangka secara teratur dua kali sehari. 


KELENGKENG
Buah ini banyak mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, asam tartaric, vitamin A dan B. sebagai salah satu sumber energi, buah yang sangat manis ini berguna untuk meningkatkan stamina sehabis sakit. Kelengkeng sangat baik untuk memenuhi kebutuhan energi bagi wanita hamil yang lemah atau setelah melahirkan. Memakan buah ini secukupnya secara teratur dapat menambah nafsu makan, mencegah anemia dan pemutihan rambut dini. Selain itu akan mempercepat kesembuhan luka luar. Awas, konsumsi secukupnya saja, kalau kelebihan, akan membuat tubuh menjadi panas akibat kelebihan energi. 


BELIMBING
Meminum atau memakan buah belimbing dan menelannya secara perlahan dapat mencegah dan mengatasi infeksi mulut dan tenggorokan. Campuran belimbing dan madu juga dapat membantu mencegah dan mengatasi kencing batu. 
JUS BELIMBING
Fungsi utamanya:
- Menurunkan tekanan darah
- Mencegah dan mengobati sariawan
- Mengencerkan dahak

LECI
Selain kandungan protein, lemak, vitamin C, fosfor, dan zat besi, buah leci mengandung sukrosa dan glukosa yang melimpah. Mengkonsumsi buah leci pada malam hari dapat menambah cadangan energi untuk keesokan harinya. 

KELAPA
Air kelapa mengandung sukrosa, fruktosa, dan glukosa, sedangkan dagingnya selain tiga hal di atas juga mengandung protein, lemak, vitamin dan tentunya minyak kelapa. Meminum air kelapa muda dan memakan dagingnya dapat mengurangi kegerahan, mulut kering, demam dengan kehausan serta diabetes. Selain itu, minum air kelapa muda dipercaya membuang racun dalam darah. Perhatian, terlalu banyak minum air kelapa muda menyebabkan sedikit rasa lemas sementara. Bagi yang memiliki gangguan tulang jangan mengkonsumsi banyak air kelapa. 

Bahaya Penuaan Dini Mengintai


Dengan bertambah sibuknya aku dengan kegiatan kuliah dan main. Tiba-tiba pas searching,  aku nemuin artikel yang menyatakan bahwa penuaan dini mengintai dimana saja. Sewaktu ngeliat judulnya aja aku langsung kebayang sama cewek umur 20-an di Medan yang menderita penuaan dini dengan penampakan layaknya nenek-nenek. Hal ini jadi pertimbangan berat aku buat lebih ekstra dalam ngejaga kesehatan kulit, dan termasuk juga anda-anda sekalian yang gak sengaja mampir di blog ini. Berdasarkan beberapa artikel yang aku temuin, aku punya beberapa tips yang bisa kita lakuin untuk ngejaga kulit diantaranya berikut:

  1. Minum yang cukup 
Pastikan Anda meminum air putih 6-8 gelas sehari untuk menjaga kesehatan kulit. Karena kulit memerlukan asupan air yang cukup untuk menjaga kelembapannya. Keriput dan kerusakan kulit lebih mudah muncul pada kulit yang kering. Gak ada lagilah alesan buat lupa atau malas sering ke toilet gara-gara terlalu banyak minum.

  1. Jauhi Pendingin udara 
Ruangan yang dilengkapi dengan pendingin udara kayak AC memang membuat nyaman. Tapi hati-hati karena udara dari pendingin atau air conditioner (AC) bisa membuat kulit Anda cepat kering. Jangan lupa oleskan pelembap tubuh pada tangan dan kaki sebelum terasa kering. Kulit yang kering bisa memicu kerusakan seperti pecah-pecah, iritasi, atau gatal. Sebelum mengaplikasikan make-up, gunakanlah pelembap wajah untuk melindungi kulit dari kekeringan. Hal yang sepele namun bisa menyelamatkan Anda dari keriput lebih awal. Jika memungkinkan, aplikasikan kembali pelembap wajah usai istirahat makan siang. 

  1. Berlindung dari Sinar matahari 
Dalam perjalanan menuju kampus  tentu Anda sangat mungkin terpapar sinar matahari. Paparan sinar ultra violet bisa membuat kulit Anda mudah keriput dan menimbulkan noda hitam jika tidak dilindungi dengan benar. Pastikan pelembap wajah Anda mengandung SPF minimal 30 untuk melindungi kulit.

  1. Hindari Stres
Ini adalah penyebab kerusakan kulit yang kerap tidak disadari.tugas numpuk dan deadline nya bentar lagi atau terlalu khawatir memikirkan tugas juga dapat membahayakan kulit. Ketika Anda sedang stres, hormon kortisol dalam tubuh diproduksi lebih banyak. Kondisi ini dapat merusak kandungan kolagen dan mendorong peningkatan produksi minyak dalam tubuh sehingga berisiko menimbulkan jerawat dan mempercepat proses penuaan. Maka, usahakan untuk mencari jeda atau beristirahat sejenak di sela mengerjakan tugas. Ambil waktu 10 menit untuk menjauh dari meja dan tugas Anda. Cari tempat yang sunyi jika memungkinkan, tarik nafas panjang, nikmati teh hangat, dan bersantai. Tenangkan pikiran dan lakukan kegiatan yang membuat tubuh rileks sejenak. Jangan sepelekan kekuatan stres yang bisa memicu berbagai penyakit dalam tubuh serta penuaan dini. Wewangian aromaterapi seperti lavender atau camomile juga bisa membantu mengendurkan syaraf dan mengurangi stres dalam tubuh.

  1. Jangan terlalu lama di depan Komputer 
Banyak ahli masih berdebat soal efek radiasi layar komputer pada kulit. Namun efek dari komputer bukan hanya sekadar radiasi. Layar yang terlalu terang atau gelap serta huruf yang terlalu kecil bisa membuat Anda sering memicingkan mata. Jika kondisi ini terlalu sering dilakukan bisa jadi terbentuk keriput permanen pada area mata. Jangan malas menyesuaikan binar layar komputer. Perbesar huruf di komputer atau dokumen yang Anda baca. Untuk kesehatan mata, setidaknya 20 menit sekali palingkan wajah Anda sesaat dari layar komputer untuk mengistirahatkan mata. Jika mata terasa terlalu kering, gunakan tetes mata untuk mencegah iritasi. 

  1. Pakailah Make-up yang cocok dengan kulit anda
Jangan pernah sepelekan tanda-tanda kulit Anda tidak cocok dengan make-up yang digunakan. Iritasi, kemerahan, gatal, atau jerawat merupakan tanda-tanda awal kulit Anda tidak cocok dengan make-up yang digunakan. Kenali produk mana yang cocok atau tidak untuk kulit dan jangan memaksakan produk yang bisa menimbulkan iritasi. Nah yang paling penting, jangan malas menghapus make-up sebelum pergi tidur sebab inilah yang paling berbahaya. Make-up yang terlalu lama menempel pada wajah bisa menyumbat pori-pori. Apalagi ketika tidur, tekanan pada bantal bisa membuat make-up semakin masuk dan menyumbat pori-pori. Akibatnya kulit cepat mengalami kerusakan dan iritasi. Jerawat, komedo, maupun gangguan kulit lain bisa dengan mudah bermunculan karena kulit yang kotor.

  1. Tidur cukup
Pekerjaan yang padat dan jam lembur yang tak tentu sering membuat kita mengorbankan waktu tidur. Idealnya, kita tidur 7-8 jam dalam sehari untuk mengembalikan kesegaran dan menjaga kesehatan kulit. Kurang tidur mengakibatkan berkurangnya waktu kulit untuk memperbaiki diri sehingga bisa berisiko mempercepat penuaan dini. Tak hanya berakibat buruk bagi kulit, tapi juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

  1. Hindari Makan Sembarangan
Sibuk dengan tenggat dan tugas yang menumpuk membuat kita sering melupakan asupan gizi yang baik. Makanan-makanan yang praktis seperti junk food atau makanan yang terlalu berlemak tentunya berakibat kurang baik untuk metabolisme tubuh. Usahakan selalu mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya akan vitamin serta anti oksidan yang baik untuk tubuh. Kurangi makanan berlemak dan mengandung gula tinggi. Kandungan gula yang tinggi dalam darah dapat merusak kolagen yang diperlukan untuk kekenyalan kulit. 

  1. Hindari Asap rokok 
Umumnya para perokok tahu efek buruk rokok pada kesehatan dan kulit. Namun sebagai perokok pasif, Anda juga perlu hati-hati. Jika Anda bekerja di lingkungan yang mudah terpapar asap rokok, sebaiknya hindari tempat tersebut sebisa mungkin. Asap rokok memiliki berbagai macam kandungan yang bisa merusak kulit dan bahkan folikel rambut. Wajah mudah kusam, keriput, dan rambut menipis. Pada waktu makan siang, usahakan jangan duduk dekat dengan orang yang merokok. Anda tetap bisa terkena efek buruk asap rokok. Lindungi diri Anda semaksimal mungkin.

10 Cara Mengurangi Dampak Radiasi Telepon Seluler



Di era yang serba canggih seperti saat ini, hidup tanpa telepon selular meungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya, namun banyaknya kekhawatiran akan dampak telepon selular bagi kesehatan membuat beberapa orang mulai mencoba menjauhkan diri dari alat telekomunikasi ini.
Kekhawatiran tentang masalah ini semakin meningkat ketika badan kesehatan dunia WHO mengeluarkan pernyataan bahwa telepon selular kemungkinan bersifat karsinogenik atau merupakan penyebab kanker.

Berikut ini, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak penggunaan telepon selular bagi kesehatan.
  1. Ketika berbicara menggunakan telepon selular, gunakanlah speakerphone atau handsfree. Walau tidak sepenuhnya aman karena pancaran radiasi masih bisa mengenai tubuh, namun hal ini jauh lebih baik daripada menempelkan telepon selular pada kepala.
  1. Janganlah selalu menempelkan telepon selular yang sedang aktif pada tubuh sepanjang hari, bila sedang berada di dalam ruangan, taruhlah telepon selular pada meja.
  2. Gunakanlah telepon selular saat sinyal dalam posisi maksimal, bila sinyal kurang maka pancaran radiasi telepon selular lebih besar.
  3. Janganlah menggunakan telepon selular saat di lift, mobil, kereta api atau pesawat terbang. Telepon selular mengeluarkan banyak tenaga dan radiasi pada tempat yang tertutup logam.
  1. Bila memungkinkan, pilihlah berkomunikasi dengan SMS.
  1. Bila di dalam rumah, gunakan telepon kabel.
  2. Penggunaan bahan penyaring radiasi seperti yang dijual di pasaran justru akan menghambat sinyal ponsel dan menyebabkan ponsel lebih banyak memancarkan radiasi.
  3. Jika anda memiliki router nirkabel di rumah atau apartemen, taruhlah di tempat yang jauh dari tempat tidur atau di tempat yang jarang digunakan.
  4. Gunakanlah koneksi internet menggunakan kabel sedapat mungkin.
  1. Matikan konektivitas nirkabel komputer bila sedang tidak digunakan seperti bluetooth, WIFI dan lain lain.

Jumat, 06 April 2012

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA


                Manusia memiliki akal dan budi dalam artian yaitu akal sebagai pikiran untuk berkehendak dan budi yaitu perasaan. Kedua hal tersebut menciptakan kebudayaan yang artinya sesuatu yang dihasilkan dari akal dan budi.
                Jadi manusia sebagai makhluk yang berbudaya merupakan makhluk yang senantiasa membudidayakan atau mengoptimalkan akal budinya untuk menciptakan kebudayaan.
                Fungsi akal dan budi manusia, yaitu :
·       -  Membedakan baik dan buruk
·       -  Memiliki keinginan
·       -  Unggul dibandingkan makhluk yang lain
·       -  Menciptakan sesuatu
·       -  Bertindak sesuai dengan moral


Kebudayaan merupakan perpaduan antara budi dan daya. Budaya berarti daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa. Kebudayaan berarti hasil dari cipta, rasa, dan karsa tersebut. Jadi kebudayaan dapat disebut sebagai kelakuan dan hasil kelakuan manusia yang diatur oleh tata kelakuan yang didapat dari belajar dan tersusun dalam kehidupan masyarakat.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL



Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk tertinggi diantara makhluk-makhluk lain ciptaan Tuhan. Kelebihan manusia adalah kecerdasan dan kemauannya serta kesadaran terhadap zat yang maha tinggi. Manusialah satu-satunya makhluk yang berbudaya yang selalu berkembang ke arah yang lebih baik dan paling dapat menyesuaikan diri terhadap tuntutan alam sebaik-baiknya. Oleh karena itu ditinjau dari kebutuhannya, manusia disebut makhluk monodualis, artinya disamping manusia membutuhkan sesuatu untuk kelangsungan hidupnya sebagaimana makhluk biologis, manusia juga membutuhkan hasil kebudayaan untuk pertahanan dan perkembangan hidupnya, sehingga tidak tertelan atau tergerus oleh tuntutan dan kemajuan zaman, tetapi justru dapat memperkembangkan dan menyempurnakan hidupnya ke derajat yang lebih tinggi.
Potensi-potensi yang harus dimiliki manusia untuk mencapai keadaan monodualis yaitu, s.b.b:
1.       Kemampuan berkomunikasi
2.       Adanya sikap etik
Dalam masyarakat pasti terdapat aturan/norma budaya yang mengatur sikap anggota masyarakatnya.
3.       Hidup dalam alam tiga dimensi
Manusia mampu hidup atas dasar tiga waktu yaitu masa lalu, masa sekarang, masa depan.
Manusia sebagai makhluk individual artinya adalah manusia yang mampu berdiri sendiri dan memiliki kepribadian yang khas. Kepribadian ini pertama kali terbentuk dalam lingkungan keluarga dan kemudian berkembang di lingkungan masyarakat.
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia hidup berdampingan dengan orang/manusia lain dalam hal seperti berikut:
1.       Bergaul
2.       Berbagi rasa
3.       Memenuhi kebutuhan biologis
4.       Berinteraksi dengan sesama
Dalam hal ini akan terjadi proses imitasi, identifikasi, sugesti, dan simpati.

Selasa, 20 Desember 2011

Senyum itu indah bukan!


berikut ini merupakan beberapa fakta senyum menurut @blogdokter
1. British study: Melihat seorang anak tersenyum, kesenangannya ibarat menyantap 2000 batang cokelat. 
2. Kesenangan yg dihasilkan saat melihat orang tersenyum dibandingkan dg makan cokelat brdasarkan pengamatan aktivitas otak.
3. Sering2lah tersenyum ke orang lain sehingga anda juga dapat berbagi kesenangan dg orang lain.
4. Senyuman anda dpt dipakai utk mmprediksi kesuksesan karir dn cinta anda, inspirasi ke orang lain dn seberapa panjang umur anda.
5. Manusia sudah mulai tersenyum bahkan sejak di dlm kandungan, hal ini berdasarkan pengamatan USG 3D.
6. Pada awalnya bayi akan tersenyum saat tidur, begitu memasuki usia 3 bulan ia akan mulai menebar senyuman ke orang lain.
7. Senyuman seseorang bisa terlihat dari jarak sekitar 100 meter. Senyuman jauh lebih mudah dilihat dari ekspresi wajah yg lain.
8. Hanya dengan senyuman kita bisa melihat orang asing menjadi begitu familiar. :)
9. Sering tersenyum dpt memperpanjang umur, bahkan menurut sebuah studi bisa sampai hampir 8 tahun.
10. Kebahagiaan pasangan suami istri bisa tergambar dari senyuman yg kerap muncul di pasangan tersebut.
11. Arti senyuman di tiap negara berbeda2, di Jepang senyuman lebih kepada ekspresi mata daripada bibir.
12. Bila orang Amerika mengekspresikan senyum dg emoticon : - ) atau :) maka orang Jepang lebih memilih ^_^.
13. Bila dibandingkan berdasarkan jenis kelamin maka wanita lebih sering tersenyum bila dibandingkan dg pria.
14. Sayangnya senyuman tdk mnunjang karir militer. Tentara yg kerap tersenyum karirnya lebih buruk daripd yg kerap tampli seram.
15. Anak anak rata rata tersenyum sebanyak 400 kali sehari. Tidak salah memang dunia mereka penuh keceriaan.
16. 30% orang dewasa tersenyum lebih dari 20 kali sehari dan 14% tersenyum kurang dari 5 kali/hari. Anda termasuk yang mana? 
17. Seperti halnya menguap, tersenyum pun termasuk aktivitas yang menular. Demikian menurut sebuah studi di Swedia.
18. Sebuah riset membuktikan bahwa seseorang akan kesulitan untuk marah jika yang diajak marah tersenyum. 


nah..., jadi jangan sungkan-sungkan untuk tersenyum yah!!! senyum kan juga sedekah ^_^

Senin, 19 Desember 2011

All about Vitamin


  1. Vitamin A: Untuk kesehatan mata dan fungsi sistem pertahanan tubuh/sistem imun. Sumber Vitamin A: Minyak hati ikan cod, ketela rambat, wortel, sayuran berwarna hijau, makanan yg diperkaya.
  2.  Vitamin B1 (Thiamin): Membantu tubuh mengolah karbohidrat dan beberapa protein. Sumber Vitamin B1 (Thiamin): Makanan yang diperkaya seperti roti, pasta dan sereal. 
  3. Vitamin B2 (Riboflavin): Membantu mengubah makanan menjadi energi, metabolisme bbrp obat, mmbantu produksi sel drh merah. Sumber Vitamin B2 (Riboflavin): Susu, roti, sereal yang diperkaya, almond, asparagus, daging ayam dan daging.
  4. Vitamin B3 (Niacin): Membantu mengubah makanan menjadi energi, membantu tubuh membentuk kolesterol. Sumber Vitamin B3 (Niacin): Unggas, ikan, daging, sereal yang diperkaya.
  5. Vitamin B6: Sangat vital utk kesehatan sistem saraf, membantu memecah protein, membantu memecah cadangan gula. Sumber Vitamin B6: Sereal yang diperkaya, kedelai, pisang, kentang, telur, bayam dan daging ayam.
  6.  Vitamin B12: Dibutuhkan untuk produksi sel darah merah. Sumber Vitamin B12: Daging, remis, kepiting, salmon, unggas, telur, kacang kedelai, sereal yang diperkaya.
  7. Vitamin C: Membantu sistem kekebalan tubuh, membantu pembentukan kolagen yg menyatukan sel. Sumber Vitamin C: Buah jeruk, red berries, tomat, kentang, brokoli, kembang kol, cabe merah dn hijau, kobis, bayam.
  8. Vitamin D: Dibutuhkan untuk mengolah kalsium dan kesehatan tulang.  Sumber Vitamin D: Susu yang diperkaya, keju, sereal, kuning telur, salmon dan sinar matahari.
  9. Vitamin E: Berfungsi sebagai antioksidan. Sumber Vitamin E: Sayuran hijau, almond, hazelnut, kedelai, minyak sayur.
  10. Asam Folat: Penting untuk pembentukan sel, mncegah cacat pd janin, membantu kesehatan jantung, mbantu pmbntukan sel drh merah. Sumber Asam Folat: Sereal yang diperkaya, kacang kacangan, sayuran hijau.
  11. Vitamin K: Membantu pembekuan darah dan kesehatan tulang. Sumber Vitamin K: Sayuran hijau, minyak zaitun, minyak kedelai, dan brokoli.

Membahas Mengenai Gatal


Gatal yg dalam bahasa kedokterannya disebut pruritus bisa disebabkan oleh alergi yg ringan namun bisa juga karena penyakit beratt. Setiap orang bisa terkena gatal namun mereka yang menderita alergi yg paling rajin ditemui oleh gejala gatal. Selain karena alergi, gatal juga kerap dialami oleh penderita diabetes, AIDS, kanker, wanita hamil dan orang tua.  Menemukan penyakit dasar penyebab gatal lalu mengobatinya adalah prinsip utama untuk mengatasi gatal. Jika gatalnya disebabkan karena reaksi obat maka langkah terbaik adalah segera mengganti obat tsb dg obat yang lain. Jika gatal disebabkan oleh kulit yg kering, gunakanlah lotion pelembab untuk mengurangi kekeringan pada kulit. Jika gatal disebabkan oleh kerusakan kulit akibat sinar matahari, gunakan sunscreen untuk mencegah kerusakan tsb. Jika kulit anda sering gatal, gunakan sabun mandi dan detergen untuk pakaian yg lebih lembut. Jika kulit anda sering gatal, jangan mandi menggunakan air hangat atau panas. Jika kulit anda sering gatal, hindari pakaian yang merangsang gatal seperti wool dn syntetik. Pilihlah pakaian dari cotton, dll. Untuk mengurangi gatal, coba kompress dingin dengan lap atau es pada daerah yg gatal. Hal ini jauh lebih baik daripada menggaruk.

Minggu, 18 Desember 2011

ACUTE BURN


Oleh : Dr. Mgs. Roni Saleh, SpB-SpBP(K)

I. Phatophysiology
A.The severity of the burn is determined by temperatur and length of exposure to the heat source.
B.Skin has a large water conten; therefore, it overheats slowly and cools slowly.
C.Heat continues to penetrate deeper tissue layers even after the external heat source is removed. Immediate cooling may reduce underlying tissue temperature, but it has a limted role in large burns because it may reduce the patient’s core temperature.

D. Three areas of injury
1.Central “zone of coagulation”: Nonviable, irreversibly injured tissue.
2.Middle “zone of stasis”: Initially characterized by dilated blood vessels and capillary diffusion. After 24 to 28 hours, dilated capillaries become occluded, with resulting conversion of this zone of tissue to coagulation. Injury in this zone may be reversible with appropriate treatment (cooling, fluid resuscitation, critical care).
          Outer “zone of hyperemia”: Composed mostly of viable, edematous tissue.

E.Progressive changes in microcirculation
1.There is an initial, sudden decrease in blood flow.
2.Arteriolar vasodilation follows.
3.Increase capillary permeability leads to edema formation, which is greatest at 8 to 12 hours.
4.Endogenous mediators (histamine, serotonin, kinins) increase capillary permeability, leaking protein into the intersitial space.
5.Hypoproteinemia decreases intravascular oncotic pressure, resulting in a shift of fluid into the interstitium (i.e., “third spacing”)

II. Initial management
A.History
1.Identity the source: Hot liquid, chemicals, flame, superheated air/steam, explosion, etc.
2.Duration and location of exposure: Closed space; potential for smoke inhalation
3.Concomitant drug or alcohol ingestion
4.Associated injury mechanism: Esplosion, jump/fall, motor vehicle crash, etc.


B. Airway and breathing
1.Early intubation
a.Frequently necessary to prevent airway obstruction due to progressive airway edema.
b.Most patients with extensive (>50%) burns requre intubation
c.Use humidified oxygen.
2.Chest and abdominal wall burns can severely limit chest wall excursion and impair ventilation.  Escharotomies may be necessary 


C.Circulation
1.Intravenous access:  Ideally, several peripheral large-bore intravenous lines should be place through nonburned tissue.  Central lines are the next best option.
2.Intravenous fluid administration
a.Isotonic salt solutions are used for resuscitation and maintenance.
b.Glucose should be avoided.  Burn patients are frequently  glucose intolerant and hyperglycemic due to the stress response. The resulting osmotic diuresis can lead to spuriously high urine output.
D.Disability : A rapid, thorough baseline neurologic examination should be performed.  This is especially important in the setting of blunt trauma, head injury, carbon monoxide exposure, and/or the need for sedation.


E.Initial wound care
1.Stop the burning process
a.Flame burns: smoldering or burning materials must be extinguished and removed, since they can retain heat and exacerbate the burn injury.  Irrigate the wounds with normal saline if any foreign material remains.
b.Chemical burns: Remove all clothing and begin gentle, copious irrigation with warm normal saline.  Avoid the use of neutralizing solutions.
2.Cover: Clean, dry, nonadherent dressings are used to protect the wound and prevent hypothermia.
3.Analgesia.
4.Tetanus prophylaxis.
5.Prophylactic intravenous antibiotics are not indicated.
6.Criteria for admission to a burn center.
a.If 10 to 40 years old: Greater than 15% total body surface area (TBSA) second-degree burns or greater than 3%. TBSA third-degree burns should be treated on an inpatient basis.
b.If younger than 10 years or older than 40 years: Greater than 10% TBSA second-or third-degree burns.
c.Burns involving the face, hands feet and/or perineum
d.Circumferential extremity burns.
e.Electrical burns

III. Inhalation Injury

A.Etiology
1.Chemical irritants in smoke affect the distal airways, resulting in an intense inflammatory response, which can lead to adult respiratory distress syndrome (ARDS) and/or systemic inflammatory response syndrome (SIRS).
2.Direct thermal injury: inhalation of superheated air or water vapor can cause a thermal burn to the airway mucosa.
3.Oropharyngeal and supraglottic edema caused by thermal injury can progress to airway obstruction
B.Evaluation
1.Maintain a high index of suspicion.
2.Signs and symptoms
a.History of burn in a closed space
b.Presence of facial burns and/or oral carbon deposits.
c.Singed facial hair/nares, hoarseness, or wheezing.
d.Unconsciousness.
3.Nasopharyngoscopy: Can be used to directly evaluate the larynx and vocal cords for injury.
4.Bronchoscopy: Via the endotracheal tube, if symptoms warrant.
C.Treatment
1.Intubation, mechanical ventilation
a.Early intubation is essential. Patients with inhalation injury often present as conscious, awake, and comfortable initially.  Upper airway edema can progress rapidly to complete airway obstruction.
b.Ventilator management goals: Maximize oxygenation while avoiding oxygen toxicity (keep FiO2 <0.7) and barotrauma.
2.Bronchodilators: Useful in treating bronchospasm associated with smoke inhalation.
3.Steroids: Have not been shown to be beneficial in avoiding pulmonary complications with burns
D.Carbon Monoxide (CO) poisoning
1.CO is generated by fire.  When inhaled and absorbed, it preferentially binds with hemoglobin, displacing oxygen and blocking oxygen binding sites, causing a substantial reduction in oxygen delivery.
2.Signs and symptoms
a.Pulse oximetry is unreliable
b.Cherry red skin
c.Hypoxemia
d.Mental status changes or a history of a loss of consciousness
e.Persistent acidosis in the presence of normovolemia
3.CO level
a.May be normal or minimally elevated, even with significant exposure.
b.20% to 40% Associated with severe neurologic symptoms.
c.Greater than 60% Commonly fatal
4.Treatment
a.100% oxygen administration: Displaces CO from hemoglobin
b.Hyperbaric therapy: Consider if the patient is at risk for CO exposure and has mental status changes