Translate

Rabu, 27 Juni 2012

KORELASI SPEARMAN




 Korelasi spearman untuk mengetahui hubungan antara dua variable (bebas dan terikat) berskala ordinal (non-parametrik), misalnya skala Likert dengan pilihan 5 opsi (sangat setuju diberi nilai 5, setuju diberi nilai 4, netral diberi nilai 3, tidak setuju diberi nilai 2, sangat tidak setuju diberi nilai 1).

Misalnya:
Setiap sekolah pasti memiliki kepala sekolah dan guru. Setiap kepala sekolah memiliki gaya kepemimpinan sendiri-sendiri. Setiap guru juga berhak menilai dan bersikap atas gaya kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian untuk mengetahui hubungan antara sikap guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kinerja guru. Untuk itu disebarkan angket model skala Likert kepada 25 guru. Masalah penelitian adalah apakah ada hubungan antara sikap guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi kinerja. Jika ada berapa hubungan kedua variable tersebut dan berapa sumbangan variable bebas kepada variable terikat.

5                  = sangat setuju
4                  = setuju
3                  = netral
2                  = tidak setuju
1                  = sangat tidak setuju

Sementara minat mahasiswa diklasifikasikan sbb.
5                  = sangat termotivasi
4                  = termotivasi
3                  = netral
2                  = tidak termotivasi
1                  = sangat tidak termotivasi

Dari angket diperoleh data sebagai berikut.
Responden
X
Y
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
3
4
3
5
2
3
4
1
4
5
4
3
3
4
3
1
2
3
4
5
4
5
2
2
3
4
3
4
5
3
3
5
3
4
5
4
3
3
4
5
1
2
3
5
4
4
5
3
2
4



Penyelesaian
Tahap I: Merumuskan masalah
1.       Apakah ada hubungan antara sikap guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kinerja?
2.       Berapa besar hubungan antara sikap guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kinerja?

Tahap II: Membaut desain variabel
1.       Masukkan data, klik dua kali pada value sampai muncul kotak dialog.
2.       Isikan angka 5  pada value dan kata sangat setuju pada value label kemudian klik add;
3.       Isikan angka 4  pada value dan kata setuju pada value label kemudian klik add;
4.       dst. Juga pada data motivasi.

Tahap  III: Memasukkan data ke SPSS
Masukkan data dari 1 s.d 25.

Tahap IV: Analisis data di SPSS
1.       Analyse
2.       Coorelate
3.       Bivariate
4.       Pindahkan variable sikap dan motivasi ke kolom variable.
5.       Correlation coefficient: pilih spearman.
6.       Test of significance: pilih two tailed.
7.       Cek flag significant correlation
8.       Option: Missing values, pilihan: ekclude case pairwise tekan continue.
9.       Klik OK: proses

Tahap V: Penafsiran
1.       Korelasi berkisar 0 s.d 1
2.       Besar kecilnya korelasi menentukan kuat lemahnya hubungan kedua varaiabel. Patokan sbb.:
0 – 0,25 korelasi sangat lemah
> 0,25 – 0,5 korelasi cukup
> 0,5 – 0,75 korelasi kuat
> 0,75 – 1 korelasi sangat kuat

3.       Korelasi dapat positif dan negative.
a.       Korelasi positif menunjukkan arah yang sama pada hubungan  antarvaribel. Korelasi positif berarti jika variable 1 besar maka variable 2 semakin besar pula.
b.       Korelasi negative menunjukkan arah yang berlawanan. Korelasi negative berarti jika variable 1 naik maka variable 2 justru turun, atau sebaliknya.
4.       Hubungan siginifikan sbb:
a.       Jika probabilitas < 0,05 maka hubungan kedua variable signifikan
b.       Jika probabilitas > 0,05 maka hubungan kedua variable tidak signifikan.
5.       Menentukan hipotesis sbb:
a.       H0 : tidak ada hubungan yang signifikan antara X dan Y
b.       H1 : ada hubungan signifikan antara X dan Y
c.       Jika probabilitas < 0,05, H0 ditolak dan H1 diterima
Jika probabilitas > 0.05, H0 diterima dan H1 ditolak.

Tahap VI: Menghitung sumbangan atau peranan
Hitunglah peranan sikap guru terhadap motivasi kinerja guru dengan rumus koefisien dterminasi (KD).

KD = r2 x 100% 

Tahap VII: Membuat simpulan

1.       Berdasarkan perhitungan statistic diperoleh angka korelasi …… pada ts ………. Artinya……. Dengan demikian Ho……………, Hi ……………… Artinya……
2.       Sumbangan atau peranan sikap guru tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah  terhadap motivasi kinerja ……….. %. Artinya kinerja guru ditentukan …….. % oleh variable sikap kepada gaya kepemimpinan kepala sekolah, sedangkan sisanya ……….. ditentukan oleh variable lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar